Diseduhnya secangkir kopi dan diteman 2 potong pisang goreng. Dia duduk di beranda belakang rumah. Langit indah sekali, beberapa awan kecil beriringan, langit biru , mentari bersinar dengan lembutnya angin berhembus sepoi sepoi dan harum kemuning menghiasi beranda itu seakan akan turut membahagiakan dia yang duduk di depan meja sambil browsing internet

Tiba tiba mata terpana melihat sebuah foto , foto sebatang pohon ada bebatuan dan ada danau Indah sekali , Oh….. itu pasti SILALAHI ,
Lalu dia diangkatnya kopi hangatnya , lalu diserup sedikit , dia sandarkan badan di kursi itu dan mulailah kenangan indah menerawang di alam tak sadarnya
Pagi itu jam 8.30 pagi, selesai sarapan dan dia teman camera Canon 300D dia mengendari mobil ke arah tanah karo , setelah jam 9.34 (1 jam 4 menit) dia tiba di sibolangit, lala melalui jalan yang berliku liku sampai di Tahura jam 9.56 ( 22 menit) lalu di arah ke jahe barus ke arah tiga panhan.
Sepanjang jalan ke arah tiga panahan, langit tiba tiba mendung, awan mulai mengumpul kayak badai menjelang. Di pinggir jalan ada pedati kerbau , dan tiba tiba seberkas sinar keluar dari celah awan hitam , menerangi pedati itu, tanpa sia sia dia turun dari mobil dan diambil fotonya.
Setibanya di sipo piso jam 11.06 ( 30 menit) sambil menikmati pemadangan indah air terjun sipiso piso dan melihat keindahan danau toba , lalu dia turun menyurui jalan liku di sepanjang punggung ke bukit, setibanya di tongging jam 11.30 , langsung ke rumah makan sitopsi, sebuah rumah makan kesayangannya.Dipesannya ikan panggang dan nasi merah serta lalap dan sambal , dengan lahapnya disantap makan itu, setelah itu dia beristirahat di lesehan rumah makan itu.
Lamunannya berlanjut , selesai makan siang dan istirahat jam 14.00 dia menyusur sepanjang jalan pinggir danau toba menuju ke silahlahi jam 15.00 sepajang perjalanan langitnya cukup cerah. Membiru dengan kumpulan awan di atas lereng bukit menghiasi keindah danau toba yang permukaannya membiru. Sepanjang jalan dia tak henti henti motret. Asal motret aja langit biru sekali. ( dia bukan tak metering, karena meteringnya sudah dilakukan oleh kameranya). Setelah puas moto dan duduk di tepi danau toba di silalahi melihat orang pancing dan nelayan yang lagi cari ikan, dia kembali dari silalahi 17.00 kembali ke tongging. Sepanjang jalan terus motret setibanya di tongging 18.00 di langsung ke rumah makan , dipesan ikan mas arsik , sambil menunggu ikannya siap , dia duduk di tepi danau motert senja yang merah di ufuk barat ,selesai makan malam di kembali ke penginapan di tongging beach hotel untuk istirahat
Dia duduk kembali. Sambil pelototi layar komputernya dan diserup lagi kopi yang mulai mendingin. Goreng pisang yang sisa dikunyahnya. Di pandangnya langit begitu indah. Oh mengapa dia merasa kehilang sore hari selama sepuluh tahu iniKeesok harinya, pagi pagi sekali dia mulai bergerak jam 4.00 ke arah silalahi jam 5.00 , di duduk di spot yang sudah disurveynya semalam. Sambil dia menikmati udara sejuk , dia memuangkan kopi panasnya. Tak lama kemudian mentari mulai keluar. Langit merah jingga, mentari malu malu memampilkan dirinya, bulat memerah. Semua keindah pagi itu direkamkan dengan camera Canon 300Dnya, sesudah puas dia kembali dari silalahi jam 7.30 ke tongging 8.30 setelah sarapan dan check out hotel dia kembali menarik butik itu menuju ke tanjung unta
Setibanya di Tanjung unda, kebetulan ada seorang lelaki mendayung perahunya di danau yang indah , dan sebelum dia pulang kebetulan ada seorang butet mendayung perahunya semua kesempat itu tak disis siakan

Tepat jam 10.30 dia mulai berangkat menujuk ke P siang vai sidamanik , jam 11.17 tiba di sidamanik, setelah mengambil beberapa foto dia melanjutkan perjalan ke P siantar jam 11.55. lalu dia makan di Galung selesai itu dia ke KOK TONG minum kopi susu dingin, wah sebauh minuman KOPI khas Pcsiantar yang luar biasa nikmatnya.Tiba tiba ada telepon masuk, lalu dijawabnya. Dan sisa kopi yang sudah dingin diserup dengan nikmat, langit sudah mulai gelap, tapi dari wajahnya terpancar kebahagian yang saangt indah sekali. Ditutupnya komputer , lalau dia bangkit dan melangkah masuk ke dalam rumah
Ambang senja sudah berlalu malam sudah menjelang, hanya tingga komputernya masih setia di meja itu serta cangkir kopi yang kosong dan piring yang hanya ada bekas minya pisang gorengnya……………………………………
(Dia bahagian walaupun dia jalan sendiri hanya di temani oleh cameranya. Tapi dia akan tambah bahagia bila ada yang teman dia untuk moto , bukan urusan kumpulan fotografer . Dia pasti bahagia kalau diteman, BOHONG kalau dia bilang dia lebih bahagia bila berjalan sendiri…………….. )
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………. Mengapa saya begitu yakin DIA akan bahagia diteman? Karena DIA ada saya sendiri
Tidak ada komentar:
Posting Komentar