Peter chandra's Note

Kamis, 15 April 2010

I have a dream

waktu itu pagi masih gelap , udara masih panas, saya terbangun dari tidur yang lelap walaupun mandi keringat. biasalah terbangun dengan pasien yang berobat. Menolong orang yang sakit adalah kewajiban saya sebagai profesi saya, tapi bagimanapun saya sebagai manusia juga, rasa dongkol itu mesti ada hanya terpaksa dipendam , dengan keluhan deman sudah 3 hari, dia tega nya bagunan saya di jam 5 pagi. apakah 1 jam lagi dia tak bisa tahankan panasnya? kan saya sudah bangun setelah jam 6. Alamak!

Mau tidur tidak lah mungkin, kedongkolan sudah di ubun ubun. Mau minum kopi lagi diet ketat so salah satu cara pelampisan saya ke komputer dan mulai browsing ke www.tobaphotographerclub.club . maksudnya mau memghilangkan suntuk , malahan bertambah suntuk, mengapa? foto yang saya up load 3 harin yg lalu masih berada di barisan 3 kiri pertama. Alamak!

Forum topik makin parah lagi , yang replay sudah seminggu masih tetap dibarisan pertama tak bergerak. kemana perginya kawan kawan kita ini.



Lalu saya bukan email. dan mendapat email dari Facebook , teman baikku men Tag sebuah foto buat saya . Alamak! foto itu begitu bagus, dan saya kembali ke www.tobaphotgrapherclub.com melihat ke gallery kawan ku ini. ASTAGA tak ada pula di up load di TPC. Waduh mengapa begitu teganya tidak mengupload ke TPC tapi di FACEBOOK?

lalu saya browse ke http://www.flickr.com/. Ampun tuhan. Rupanya banyak sekali teman teman up load di sana. tak satupun fotonya di up load ke TPC. saya menyandarkan diriku sambil memandang layar monitor yang lagi menayangkan www.tobaphotographerclub.com. dan ku pejam mataku , karena tak sanggup saya memandangnya lagi. sebuah persaaan yang sedih melihat kenyataan ini.

dalam otak ku timbul jutaan mengapa? Mengapa TPC makin lama makin sunyi. Up load juga sunyi , konon lagi komentar. Seharusnya di TPC ini tempat kita belajar. Up load , dan kita saling mengritik, dan memberikan solusi bagaimana membuat foto yang baik. ini wadah utk memperlajari membuat foto yang bagus. supaya kita tahu kelebihan dan kelemahan foto kita. dan solusi bagaimana untuk koreksi dan membuat foto yang lebih bagus. Di forum juga tempat bertanya , sahring utuk mendapat solusi yang bagus. tapi MENGAPA mereka tak lagi mau ke TPC.

Mengapa , mengapa , beribu dan berjuta MENGAPA di otakku bergema. Akhirnya saya sadar mungkin teman teman sudah bagus , sudah pandai sehingga tidak butuh lagi kritik dan solusi yang ditawarkan TPC ini. Hanya mungkin saya yang bodoh ini masih tetap Up load, mengawasi dan sesekali melihat apakah ada sesuatu yang bagus dan ilmu yang bisa saya pelajari. Saya sadar saya memang masih bodoh , so saya hanya bisa up load di TPC. karena saya tak berani memanpilkan karya saya di tempat lain selain TPC

Otak mulai penat, saya sandarkan kepalaku di sandar kursi dan akhirnya saya terlelap di sandaran kursi. Lalu saya bermimpi , tiba tiba telepon ku berdering sesorang menanyakan saya . Pak foto bapak yang berjudul XXX di TPC barisan ketiga kiri pertama boleh kami pakai? Kira kira berapa uang sewanya sekali kami pakai. Soalnya foto itu sangat kami butuh sekali. sekarang juga bapak harus berikan kabar. kalau tidak kami cari yang lain. 5 memit lagi kami telepon kembali

saya sungguh terkejut. sebuah mimpi pun saya tak pernah saya mimpikan ada orang yang menawarkan fotoku. Oh. berbunga bungan sekali hatiku. tiba tiba dering telepon bergema lagi. dengan hati yang berkecamuk penuh berbunga saya angkat telepon
itu. Alamak! rupanya telepon dari pasien yang mau berobat menanyakan saya sudah atau belum

Alamak! rupanya hanya sebuah impian. Tapi saya tetap berharap sewaktu waktu pasti akan ada deringan telopon menanyakan foto yang ada di TPC. anda boleh tidak percaya tapi saya yakin , mimpi itu akan menajdi kenyataan

I HAVE A DREAM















































walaupun sampai kapan saya tak tahu

Senin, 16 November 2009

Secangkir kopi panas di ambang senja

Hari ini hari yang bahagia bagi dia, karena sore ini dia bisa menikmati sore hari , yang sudah tidak dinikmatinya selama sepuluh tahun belakangan ini , biasanya sore hari dia selalu menunggu pasiennya yang mau berobat. Hari ini dia benar benar bebas dari rutinitas, sehingga dari wajahnya terpancar kebahagia yang sangat amat

Diseduhnya secangkir kopi dan diteman 2 potong pisang goreng. Dia duduk di beranda belakang rumah. Langit indah sekali, beberapa awan kecil beriringan, langit biru , mentari bersinar dengan lembutnya angin berhembus sepoi sepoi dan harum kemuning menghiasi beranda itu seakan akan turut membahagiakan dia yang duduk di depan meja sambil browsing internet




Tiba tiba mata terpana melihat sebuah foto , foto sebatang pohon ada bebatuan dan ada danau Indah sekali , Oh….. itu pasti SILALAHI ,

Lalu dia diangkatnya kopi hangatnya , lalu diserup sedikit , dia sandarkan badan di kursi itu dan mulailah kenangan indah menerawang di alam tak sadarnya

Pagi itu jam 8.30 pagi, selesai sarapan dan dia teman camera Canon 300D dia mengendari mobil ke arah tanah karo , setelah jam 9.34 (1 jam 4 menit) dia tiba di sibolangit, lala melalui jalan yang berliku liku sampai di Tahura jam 9.56 ( 22 menit) lalu di arah ke jahe barus ke arah tiga panhan.

Sepanjang jalan ke arah tiga panahan, langit tiba tiba mendung, awan mulai mengumpul kayak badai menjelang. Di pinggir jalan ada pedati kerbau , dan tiba tiba seberkas sinar keluar dari celah awan hitam , menerangi pedati itu, tanpa sia sia dia turun dari mobil dan diambil fotonya.
Sesampainya di tiga panahan jam 10.36 ( 42 menit) lalu ke arah merek menuju ke si piso piso . menjelang sipiso piso dia turun dan mengambil beberapa foto danau toba
Setibanya di sipo piso jam 11.06 ( 30 menit) sambil menikmati pemadangan indah air terjun sipiso piso dan melihat keindahan danau toba , lalu dia turun menyurui jalan liku di sepanjang punggung ke bukit, setibanya di tongging jam 11.30 , langsung ke rumah makan sitopsi, sebuah rumah makan kesayangannya.
Dipesannya ikan panggang dan nasi merah serta lalap dan sambal , dengan lahapnya disantap makan itu, setelah itu dia beristirahat di lesehan rumah makan itu.
Lamunannya berlanjut , selesai makan siang dan istirahat jam 14.00 dia menyusur sepanjang jalan pinggir danau toba menuju ke silahlahi jam 15.00 sepajang perjalanan langitnya cukup cerah. Membiru dengan kumpulan awan di atas lereng bukit menghiasi keindah danau toba yang permukaannya membiru. Sepanjang jalan dia tak henti henti motret. Asal motret aja langit biru sekali. ( dia bukan tak metering, karena meteringnya sudah dilakukan oleh kameranya). Setelah puas moto dan duduk di tepi danau toba di silalahi melihat orang pancing dan nelayan yang lagi cari ikan, dia kembali dari silalahi 17.00 kembali ke tongging. Sepanjang jalan terus motret setibanya di tongging 18.00 di langsung ke rumah makan , dipesan ikan mas arsik , sambil menunggu ikannya siap , dia duduk di tepi danau motert senja yang merah di ufuk barat ,selesai makan malam di kembali ke penginapan di tongging beach hotel untuk istirahat
Dia duduk kembali. Sambil pelototi layar komputernya dan diserup lagi kopi yang mulai mendingin. Goreng pisang yang sisa dikunyahnya. Di pandangnya langit begitu indah. Oh mengapa dia merasa kehilang sore hari selama sepuluh tahu ini
Keesok harinya, pagi pagi sekali dia mulai bergerak jam 4.00 ke arah silalahi jam 5.00 , di duduk di spot yang sudah disurveynya semalam. Sambil dia menikmati udara sejuk , dia memuangkan kopi panasnya. Tak lama kemudian mentari mulai keluar. Langit merah jingga, mentari malu malu memampilkan dirinya, bulat memerah. Semua keindah pagi itu direkamkan dengan camera Canon 300Dnya, sesudah puas dia kembali dari silalahi jam 7.30 ke tongging 8.30 setelah sarapan dan check out hotel dia kembali menarik butik itu menuju ke tanjung unta

Setibanya di Tanjung unda, kebetulan ada seorang lelaki mendayung perahunya di danau yang indah , dan sebelum dia pulang kebetulan ada seorang butet mendayung perahunya semua kesempat itu tak disis siakan

Tepat jam 10.30 dia mulai berangkat menujuk ke P siang vai sidamanik , jam 11.17 tiba di sidamanik, setelah mengambil beberapa foto dia melanjutkan perjalan ke P siantar jam 11.55. lalu dia makan di Galung selesai itu dia ke KOK TONG minum kopi susu dingin, wah sebauh minuman KOPI khas Pcsiantar yang luar biasa nikmatnya.

Tepat jam 13 dia mulai meninggalkan P siantar ke medan. . sepanjang perjalan medan P siantar banyak pohon karet dan dia juga menyempatkan dirinya ambil foto, setibanya di Teting tinggi 14.00 , di Tebing tinngi dia beli Lemang BATOK dan kue kacang , lalu menuju ke Perbaungan 15.00 Wib. Lalu dia singah ke Pantai cermin mengambil beberapa foto di tepi sungai dan di akhir makan seafood di Pantai cermin
Tiba tiba ada telepon masuk, lalu dijawabnya. Dan sisa kopi yang sudah dingin diserup dengan nikmat, langit sudah mulai gelap, tapi dari wajahnya terpancar kebahagian yang saangt indah sekali. Ditutupnya komputer , lalau dia bangkit dan melangkah masuk ke dalam rumah
Ambang senja sudah berlalu malam sudah menjelang, hanya tingga komputernya masih setia di meja itu serta cangkir kopi yang kosong dan piring yang hanya ada bekas minya pisang gorengnya……………………………………





(Dia bahagian walaupun dia jalan sendiri hanya di temani oleh cameranya. Tapi dia akan tambah bahagia bila ada yang teman dia untuk moto , bukan urusan kumpulan fotografer . Dia pasti bahagia kalau diteman, BOHONG kalau dia bilang dia lebih bahagia bila berjalan sendiri…………….. )

























































………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………. Mengapa saya begitu yakin DIA akan bahagia diteman? Karena DIA ada saya sendiri

Selasa, 03 November 2009

Secangkir kopi panas di dini hari

Jam 4 kurang lima saya dibanguni , karena ada pasien yang deman. Setelah siap periksaandan pengobatan kesal juga hatiku , deman udah 3 hari kok tega amat berobat jam 4 dini hari bok tunggu 3 jam lagi kan udah jam 7 biar saya bia nyenyak tidur sejenak lagi di dini hari yang sejuk

Sangkin ...kesalnya , saya buatkan secankir kopi panas, sambil bakar roti di toaster, lalu browsing ke FN, udah lama tidak ku kunjungi situs yang satu ini, lalu saya melihat ke gallery foto yang saya up load pertama.

Menruskan keterunan (http://www.fotografer.net/isi/galeri/lihat.php?id=152046) ini foto yang saya up load pertama di FN tertanggal 08 Maret 2005 18:43:35 dan saya terdaftar di FN 30 Mei 2004 03:40:51

Ku angkat kopi panasku kuserup sedikit sambil sandar ke sandaran kursi, pikiranku menerawang ke masa sewaktu SMA , dimana kegemaran saya berfoto dimulai, setelah saya kuliah terhambat dengan biaya (saya lebih utamakan kuliah dari pada hobby fotoku) maka untuk sementara saya tinggalkan dunia fotografi.

Setelah saya tamat kuliah dan sudah mulai mencari duit , saya kembali tekunin kegemaran saya ini.Tapi kali ini saya mulai dengan camera digital Canon A5 dan diteruskan dengan Canon S40 dan DSLR Canon EOS 300D. selama ini saya hanya belajar sendiri mencari buku buku dan search di internet dan selalu tanya kepada teman teman saya

Terhitung mulai tahun 2004 , dan bersamaan saya gabung di FN saya kembali tekuni fotografi, saya selalau search member di FN mencari teman teman yang sekota dengan saya. Dimana saya pertama temuin Bang Andi Lubis dan ku PM minta bersahabat , tapi tak ada responesnya, dan akhirnya ketemu Upie , M Amier , Andy Thamrin dan Philips serta Leo mulainya kami adakan kontak dan Tepat tgl 8 Desember 2005 kami adakan sebuah hunting FN061 – Street hunting perdana yang dikuti Peter Cahnadra , Upie , Andi Thamrin , M Amier ,Philips Leo dan Indra (http://www.fotografer.net/isi/forum/topik.php?id=289564 )


Saya terkejut dengan suara toasterku yang melompatkan roti yang sedang saya panggang , setelah kuberikan margarine dan kismis ku kunyah roti bakar itu

Minggu tgl 15 Januari 2006 kembali kami adakan hunting berikutnya FN061 Medan model hunting (II) HOOOOOOOOTTTT (http://www.fotografer.net/isi/forum/topik.php?id=304075)
Dan dikut beberapa hunting berikut dengan bertambah teman teman hunting kegembiran dari hobby saya terwujud.

Akhirnya dengan kesepakatan bersama , di Garuda plaza Hotel terbentuklah MP Club yang diketuai oleh bang Andi lubis

Sebelum terbentuknya MP Club saya pernah di tanyain oleh bang Andi lubis, mengapa pak Peter koq sibuk dan ngebet sekali membentuk club foto

Saya jawab Karena saya melihat rumput baru di dunia fotografi medan mulai berkembang , mengapa tidak kita arahkan mereka supaya tidak liar berkembang. Bagi saya tak ada ambisi apa apa lagi , seandainyapun saya bisa hebat umur saya udah 50 an, paling lama 3 tahun saya bisa mememang kamera dengan baik. Hanya saya ingin mengisi hari tua saya dengan kegembiraan dari hobby saya , dimana anak anak muda itu bisa mengajak saya berhunting ria supaya saya tak suntuk di hari tua

Ku serup kopiku yang masih hangat

Tiada pesta yang tak usai, MP club akhirnya saya usaikan didalam catatan hidupku karena kegembiraan yang saya harapkan tidak kutemu lagi , dan saya tetap bergabung dengan MP club sebagai simpatisan ,


Akhirnya atas ajak kan teman teman saya diajak kembali membentuk club, pertamannya saya tidak setuju saya lebih suka membentuk komunitas, dimana anda datang dan pergi sesuka hatimu , Akhirnya terbentu juga Toba photographer club, dan saya di daulat menjadi ketua.

Kugigit rotinya yang terakhir sambil kuserup lagi kopi yang mulai dingin

Semenjak akhir 2008, oleh karena ada gangguan di kerjaaan saya , sehingga saya lebih memusakkan perhatian saya di kerjaan saya demi ngepulnya dapurku , saya kehilangan waktu, dengan berat hati saya harus mengundur diri dari TPC supaya bisa berkembang lebih baik dibawa pengurusan yang baru dan punya waktu.

Saya nyerup sisa kopi yang trakhir, ku rebahkan diriku di sandaran kursi sambil pikiranku menarawang tak terkendali

………….. sebenarnya tujuan utama saya di dun ia fotografi hanya kepingin mencari teman , bersahabat dan bergembira bersama, tapi anehnya selama perjalan saya di kota medan, di dunia fotografi hanya memberikan persahatan yang semu dan kegembira yang sesaat aja.

Sekali saya menghadir pameran foto di Singapore , kebetulan yang pameran foto itu Mr Tan Lip Seng, begitu banyal fotografer yang tua hadir disana , mereka bercemkrama riang , sesekali sambil nostalgia ke masa lalu , persahabat yang dibina di dunia fotografi kelihatan begitu suci dan tanpa ada embel embel apa apa , kebencian , persaingan dan rasa super diri sendiri. Saya terharu melihatannya

dan lagi saya lihat foto Mas kristupa bersama Tung Tong singapore di Chilli padi restaurant begitu akrab , saya merasa hampa mengapa anak medan tak bisa mirip kayak mereka……………………………………………………………………..



akhirnya saya terlelap juga, walaupun pikiran saya masih berkecamuk dan galau


Mungkin saatnya saya harus mengucapkan selamat tinggal dunia fotografi ( medan)……………..

Senin, 19 Oktober 2009

36 jam Medan Samosir bersama teman saya Dr Hendro Heryanto

Sabtu tanggal 17 Oktober 2009 saya bersama teman saya Dr Hendro Heryanto dari jakarta berencanakan hunting setelah pesta sehari sebelumnya. dan kami rencanakan dari medan ke samosir nyebrang dengan ferry dan kembali melalui Tele singgah ke silalalahi

sepanjang perjalan pagi cuaca cukup bagus dan sorenya sedikit mendung. dan kami merasa cukup puas walaupun tidak sepanjang hari mendapat cuaca yang bagus


Kebun teh sidamanik


tanjung Unta


sepanjang perjalan mulai dari Medan sampai ke Prapat via Sidamanik dan Tanjung unta kondisi jalan bagus hanya sepanjang jalan turun ke tanjung unta sedikit kurang bagus. sepanjang perjalanan dari Tomok ke pangururan jalannya lumayan bagus. Kami nginap di saulina Resort hotel cukup bagus. (Maklum hotel baru dan harga cukup kompetitif)


Sepanjang perjalan dari pangururan ke tele jalannya kurang bagus sekali terutama dari panguruan ke Haria boho jalannya cukup jelek dan dari harian boho ke tele lumyanan , tapi masih jelek. sepanjang jalan dari Tele ke Silalahi cukup parah, dari silalahi ke tongging ruas jalan di Dairi lumayang bagus dan di daerah karo cukup parah. mungkin dalam perlebaran jalan.


silalahi


sepanjang jalan dari tonggig ke medan cukup bagus, kami pulang via Barus jahe.

Disini catatan waktu yang kami tempuh mungkin bisa sebagai paduan untuk mengatur waktu. perjalan kami pas mengalami masa 36 jam


Massa perjalan dengan kecepatan santai ( 60 - 80 km/jam)

Medan Ke Tebing tinggi 05.30 - 06.27 selama 1.30

Tebing Tinggi ke P Siantar 06.27 - 07.24 selama 1.03

P Siantar ke sidamanik 08.09 - 08.47 selama 0.38

Sidamanik ke Tanjung unta 09.15 - 10.02 selama 0.47

tanjung unta ke prapat 10.48 - 12.27 selama 1.39

ajibata ke Tomok 2.17 - 3.25 selama 1.08

tomok ke simanindo 3.25 - 4.01 selama 0.36

simanidoke panguruan 4.01 - 4.36 selama 0.35


panguruan ke tele 4.48 - 5.45 selama 0.57

Tele ke Silalahi 7.50 - 9.24 selama 1.44

Silalahi ke tongging 10.57 - 11.57 selama 1.00

tongging ke Sipiso piso 1.20 - 1.45 selama 0.25

Sipiso piso ke Tiga panah 2.20 - 2.52 selama0.30

Tiga pahan ke Tahura 2.52 - 3.34 selama 0.42

tahura ke Bandar abru 3.34 to 3.56 selama 0.22

Bandar baru ke Medan 3.56 - 5.00 selama 1.04





Pengikut